Katun Adalah Bahan Terbaik Untuk Celana Dalam

Banyak hal yang menjadi pertimbangan ketika hendak membeli celana dalam wanita diantaranya ada motif, merek, model, bahan, dan harga. Namun dari semua indicator pemilihan celana dalam yang yang paling penting sebenarnnya adalah jenis bahan yang digunakan. Anda wajib tahu dan sadar bahwa tidak semua bahan pakaian dalam baik untuk terus – menerus digunakan. Ada bahan – bahan tertentu yang menurut penelitian ilmiah dapat bersiko terhadap kesehatan organ intim si pemakainya. Bahkan salah satu dokter spesialis kulit dan kelamin yang tergabung dengan IDI (Ikatan Dokter Indonesia) yaitu dr. Dewi Inong mengatakan bahwa meskipun celana dalam merupakan hal yang tampak sepele namun dapat membawa bencana jika tidak mendapat perhatian yang seharusnya.

Katun Adalah Bahan Terbaik Untuk Celana Dalam

Dr. Dewi lantas menganjurkan untuk lebih memilih celana dalam yang terbuat dari bahan katun. Dari keterangannya bahan katun memberikan sirkulasi udara yang sangat baik sehingga daerah intim dapat terjaga dengan baik seperti apapun keadaan suhu di suatu daerah. Bahan tersebut tidak menyebabkan udara terperangkap yang meninmbulkan kelebaban berlebih dan dapat mempengaruhi kesehatan organ reproduksi. Bila kita menggunakan celana dalam berbahan sintetis maka hal yang akan terjadi adalah sebaliknya. Tidak terdapat rongga yang cukup untuk mengurangi kelembaban. Disamping itu bahan sintetis yang bersifat ketat dapat menimbulkan resiko kanker kulit. Dalam penggunaan sehari – hari juga dapat menimbulkan rasa risih sebab udara tidak tersikulasi dengan baik sehingga mengakibatkan timbulnya rasa panas.

Masih dari penjelasan dr. Dewi, kelembaban berlebih dapat menjadikan jamur tumbuh dan berkembang. Akibat paling umum dari keberadaan jamur adalah penenyakit kulit seperti panu dan gatal –gatal. Kemudian untuk celana dalam berbahan sintetis yang ketat biasa akan membuat kulit memerah hingga pada akhirnya menyebabkan iritasi. Bahan katun sangat baik dalam menyerap keringat. Hal tersebut pun berdampak baik sehingga kelembaban berlebih tidak akan terjadi. Tingkat kelembaban yang wajar pun tidak akan mungkin menyebabkan tumbuhnya jamur. Untuk masalah panas yang dihasilkan oleh bahan sintetis bagi para pria dapat mengakibatkan penurunan kualitas sperma.